SUSUNAN KEPENGURUSAN
RT.012 RW.09 KEL. CEMPAKA BARU
PERIODE 2009 - 2012
PENASEHAT : H. SUTARMAN
KETUA : DUDY IRAWAN. ST
SEKRETARIS : DADANG KURNIA
BENDAHARA : SUYATMI A.M.a Pd
SEKSI – SEKSI :
PEMBANGUNAN &
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT : SUHERMAN SALEH, RUSLI AHMAD
SOSIAL & UMUM ; A. RAHARJO, FADJAR SETYANTO, SE, TUGIMAN
Jakarta, 16 Desember 2009
Pengurus RT.012/09
Kel. Cempaka Baru
DUDY IRAWAN. ST
KETUA
Dan harapan Pengurus kepada seluruh warga dapat memberikan penilaian yang obyektif, rasional tanpa disertai rasa emosional dan atau rasa kekurangsenangan terhadap kepengurusani. Penilaian Bapak/Ibu/Saudara akan menjadikan bahan acuan utama untuk menyusun program kerja berikutnya yang penjabarannya akan kita lakukan secara bersama – sama.
Bahwa kita sama sependapat maju atau mundurnya suatu lingkungan tidak terlepas dari aktivitas partisipasi warga, baik berupa dana, tenaga atau pikiran demi terselenggaranya seluruh kegiatan dan pembangunan untuk kebaikan lingkungan kita ini.
RT.012/09 secara keseluruhan akan besar & Exist apabila Keutuhan, kerukunan dan kebersamaan yang terwujud diantara sesama warga RT.012/09, menjadi pegangan Pengurus dalam mengemban amanah dalam melaksanakan tugasnya.
Kamis, 17 Desember 2009
Senin, 14 Desember 2009
PEREMAJAAN RT.012 RW.09 KEL. CEMPAKA BARU PERIODE 2009 - 2012
Pada hari Sabtu, 12 Desember 2009 merupakan hari Peremajan RT.012/09 Kel. Cempaka Baru yg sangat menentukan kemajuan Warga & Lingkungan. Berkat kerja keras Panitia penyelenggara yang dibentuk tanggal 14 November 2009 berdasarkan Surat Keputusan Ketua RT.012/09, acara tersbut mendapat antusias yang sangat luar biasa dari seluruh warga untuk memilih calon pemimpin masa depan RT.012/09 Kel. Cempaka Baru.




Adapun dalam hal ini Panitia telah menetapkan 3 Calon Ketua RT diantaranya :
1. Bapak Suherman Saleh
2. Bapak Slamet Subagio
3. Bapak Dudy Irawan
4. Pilihan lainnya .........
Dan dari peserta yang hadir pada hari itu sekitar 147 warga dan surat suara 157 dari 185 yang disebar kepada seluruh warga RT.012/09, baik yang berada didalam maupun di luar wilayah.

Acara yang dihadiri langsung oleh Perwakilan dari Kelurahan Cempaka Baru yaitu Bapak Rahmat dan Perwakilan dari RW.09 bapak H. Sutrisno dan warga, dimulai dengan pembukaan kotak suara dan dilanjutkan dengan penghitungan suara.
Dari hasil penghitungan suara yang sangat mendebarkan dan dinantikan oleh seluruh warga mengenai calon pemimpinya di peroleh hasil sebagai berikut ;
1. Bpk. Suherman Saleh : 55 Suara
2. Bpk. Slamet Subagio : 21 Suara
3. Bpk. Dudy Irawan : 59 Suara
4. Pilihan lainnya :19 Suara
5. Abstein : 3 Suara
Maka terpilihlah kembali Ketua RT yang lama Bapak Dudy Irawan untuk memimpin kembali warganya kepemimpinan Periode 2006 - 2009. Dan harapan beliau kepada seluruh warga dapat memberikan penilaian yang obyektif, rasional tanpa disertai rasa emosional dan atau rasa kekurangsenangan terhadap kepengurusani. Penilaian Bapak/Ibu/Saudara akan menjadikan bahan acuan utama untuk menyusun program kerja berikutnya yang penjabarannya akan kita lakukan secara bersama – sama.
Bahwa kita sama sependapat maju atau mundurnya suatu lingkungan tidak terlepas dari aktivitas partisipasi warga, baik berupa dana, tenaga atau pikiran demi terselenggaranya seluruh kegiatan dan pembangunan untuk kebaikan lingkungan kita ini.
RT.012/09 secara keseluruhan akan besar & Exist apabila Keutuhan, kerukunan dan kebersamaan yang terwujud diantara sesama warga RT.012/09, menjadi pegangan Pengurus dalam mengemban amanah dalam melaksanakan tugasnya.




Adapun dalam hal ini Panitia telah menetapkan 3 Calon Ketua RT diantaranya :

1. Bapak Suherman Saleh
2. Bapak Slamet Subagio
3. Bapak Dudy Irawan
4. Pilihan lainnya .........
Dan dari peserta yang hadir pada hari itu sekitar 147 warga dan surat suara 157 dari 185 yang disebar kepada seluruh warga RT.012/09, baik yang berada didalam maupun di luar wilayah.

Acara yang dihadiri langsung oleh Perwakilan dari Kelurahan Cempaka Baru yaitu Bapak Rahmat dan Perwakilan dari RW.09 bapak H. Sutrisno dan warga, dimulai dengan pembukaan kotak suara dan dilanjutkan dengan penghitungan suara.
Dari hasil penghitungan suara yang sangat mendebarkan dan dinantikan oleh seluruh warga mengenai calon pemimpinya di peroleh hasil sebagai berikut ;
1. Bpk. Suherman Saleh : 55 Suara
2. Bpk. Slamet Subagio : 21 Suara
3. Bpk. Dudy Irawan : 59 Suara
4. Pilihan lainnya :19 Suara
5. Abstein : 3 Suara
Maka terpilihlah kembali Ketua RT yang lama Bapak Dudy Irawan untuk memimpin kembali warganya kepemimpinan Periode 2006 - 2009. Dan harapan beliau kepada seluruh warga dapat memberikan penilaian yang obyektif, rasional tanpa disertai rasa emosional dan atau rasa kekurangsenangan terhadap kepengurusani. Penilaian Bapak/Ibu/Saudara akan menjadikan bahan acuan utama untuk menyusun program kerja berikutnya yang penjabarannya akan kita lakukan secara bersama – sama.
Bahwa kita sama sependapat maju atau mundurnya suatu lingkungan tidak terlepas dari aktivitas partisipasi warga, baik berupa dana, tenaga atau pikiran demi terselenggaranya seluruh kegiatan dan pembangunan untuk kebaikan lingkungan kita ini.
RT.012/09 secara keseluruhan akan besar & Exist apabila Keutuhan, kerukunan dan kebersamaan yang terwujud diantara sesama warga RT.012/09, menjadi pegangan Pengurus dalam mengemban amanah dalam melaksanakan tugasnya.
Selasa, 01 Desember 2009
Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Deras

BERITAJAKARTA.COM — 26-11-2009 18:40
Masyarakat Jakarta dan sekitarnya diminta meningkatkan kewaspadaan dalam beraktivitas. Sebab Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, wilayah Jabodetabek akan diguyur hujan deras satu hingga tiga hari ke depan.


Kasubit Informasi dan Meteorologi BMKG, Harry Tirto Djatmiko, mengatakan beberapa hari ke depan hujan dengan intensitas ringan dan sedang akan mewarnai kondisi cuaca di Jabodetabek. Bahkan, kondisi curah hujan itu berbeda dengan waktu sebelumnya yang disertai angin kencang.
“Memang, saat ini sudah mulai masuk musim hujan. Jadi, tidak disertai angin seperti sebelumnya, hanya saja petir masih tetap ada. Sedangkan waktu turun hujan bisa terjadi kapan saja," jelas Harry, Kamis (26/11). Sedangkan untuk wilayah Jakarta yang berpotensi mengalami hujan lebat, tambah Harry, terjadi di Jakarta bagian utara, timur, dan selatan.
Sementara itu, jajaran Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Satkorlak PBP), menyatakan siap mengantisipasi apa yang diprediksi oleh BMKG. Bahkan, setiap pelaksana tugas di masing-masing unit telah disiapsiagakan untuk mengatasi persoalan akibat genangan dan banjir bila terjadi hujan deras.
Begitu pun dengan Crisis Center DKI Jakarta. Manajer Crisis Center DKI Jakarta, Sarpu, menyatakan berbagai persiapan dan kesiapan anggota telah dilaksanakan. Sehingga apabila terjadi hujan deras, petugas Satpol PP, Polisi, dan Dinas Perhubungan, siap di lapangan untuk mengurai kemacetan akibat genangan. “Genangan air akan ditangani oleh petugas Dinas PU dan persoalan sampah oleh Dinas Kebersihan. Begitu pula jika ada pohon tumbang, akan langsung ditangani Dinas Pertamanan dan Pemakaman," ungkapnya.
Koordinasi pelaksanaan tugas itu, sambung Sarpu, didukung dengan pemantauan situasi dan kondisi lapangan secara langsung. Seluruh petugas di Crisis Center akan mendapatkan data dari petugas melalui pantauan radio. “Termasuk lewat CCTV yang ada di Crisis Center," jelasnya.
2010, Tarif Air PAM Naik

BERITAJAKARTA.COM — 25-11-2009
Mulai tahun 2010, Pemprov DKI Jakarta akan menaikkan tarif air bersih bagi pelanggan kelas menengah ke atas. Diharapkan kenaikan tarif ini bisa digunakan sebagai subsidi silang bagi warga kurang mampu. Sehingga masyarakat yang tinggal di kawasan pemukiman kumuh dan miskin (kumis) dapat menikmati layanan air bersih dengan harga yang sangat murah. Namun besaran kenaikan belum diketahui karena saat ini masih dibahas antara Pemprov DKI, operator, dan PDAM.
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan akan terus memberikan layanan air bersih bagi warga miskin dengan harga relatif murah. Dengan begitu akan semakin banyak juga subsidi yang harus diberikan Pemprov DKI kepada kedua operator PDAM Jaya, yaitu PT Aetra Air Jakarta dan PT Palyja. “Yang kita khawatirkan, semakin banyak warga miskin dapat jaringan air bersih murah, maka semakin besar subsidi yang kita berikan. Ini tidak bisa terus-menerus, karena anggaran kita ada batasnya,” kata Fauzi Bowo usai mengunjungi proyek pelayanan air bersih PT Palyja bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Jl Sumurbor, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (25/11).
Salah satu cara untuk mengurangi subsidi ia meminta agar kedua operator itu segera mengurangi jumlah non revenue water (NRW) atau kehilangan air. Sebab, Pemprov DKI tetap akan membayar jumlah NRW kepada kedua operator. Selain itu, ia juga sedang membicarakan subsidi tersebut dalam struktur tarif air bersih pada tahun yang akan datang. Maksudnya agar tarif air bersih untuk kelompok pelanggan kelas menengah dan atas disesuaikan dalam bentuk kenaikan tarif.
Pemprov DKI gencar memberikan pelayanan air bersih pada pemukiman ‘kumis’ karena hingga kini jaringan sambungan air bersih baru mencapai 63 persen. Jika program tersebut berjalan diharpakan pada lima tahun ke depan jaringannya akan meningkat menjadi 70 persen.
Gubernur cukup memahami kalau saat ini suplai air baku untuk warga Jakarta cukup sulit didapatkan. Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan warga di bagian Barat Jakarta, Pemprov DKI membeli air curah dari PDAM Tangerang. Sedangkan untuk bagian timur, air disuplai dari Waduk Jatiluhur.
Ke depan Pemprov DKI menginginkan agar ada satu sumber air bersih yang dapat melayani lima wilayah ibu kota. Untuk mewujudkannya, bersama dengan pemerintah pusat, Pemprov DKI akan membangun instalansi pengolahan air bersih melalui pipa besar. Nantinya melalui instalasi ini, akan mengalir air bersih siap minum yang akan didistribusikan oleh kedua operator untuk warga Jakarta.
Namun proyek ini memerlukan pendanaan yang cukup besar. Sejauh ini ia melihat ada dua versi pendanaan untuk proyek tersebut. Pertama, pembangunan sederhana dengan investasi dana Rp 1,7 triliun dan versi kedua pembangunan jaringan pipa yang lebih rumit dengan investasi dana mencapai Rp 3 triliun. Saat ini, proses pengkajian masih berjalan dan ditergetkan tuntas pada akhir 2010. Kemudian akan dicari pendanaan pada 2011 sekaligus pembangunan fisiknya. Sehingga tahun 2012 air bersih siap minum sudah bisa dinikmati warga Jakarta.
Corporate Communications Department Head PT Palyja, Meyritha Maryanie, menyambut baik rencana Pemprov DKI Jakarta yang akan menaikkan tarif air bersih itu. Apalagi sejak tiga tahun terakhir ini, belum pernah ada kenaikan tarif, terutama pada pelanggan kelas menengah ke atas. Ia berharap, minimal jika terjadi kenaikan tarif maka minimal tarif air PDAM ini disejajarkan dengan tarif air bawah tanah Rp 23 ribu per meter kubik.
Kenaikan tarif itu juga berguna untuk investasi PT Palyja dalam meningkatkan upaya service coverage. “Kenaikan tarif bisa kita gunakan untuk meningkatkan cakupan layanan. Saat ini yang paling kritis ada di Jakarta Barat bagian utara,” kata Meyritha.
Ia mengungkapkan, golongan ke atas itu terdiri golongan IV B dengan tarif Rp 12.550 per meter kubik. Yang termasuk golongan ini adalah gedung bertingkat, hotel, dan apartemen. Lalu golongan IV A yaitu rumah mewah, kantor kedutaan dan konsulat. Untuk pemakaian 10 meter kubik tarif airnya Rp 6.825 per meter kubik, pemakaian diantara 11-20 meter kubik tarif air Rp 8.150 dan pemakaian air di atas 20 meter kubik harga tarif air Rp 9.800 per meter kubik.
Kemudian tarif untuk golongan menengah ke bawah berada diantara Rp 1.050-Rp 3.550 per meter kubik. Dari total pelanggan Palyja sebanyak 410 ribu orang, 70 persennya merupakan pemakai air dengan tarif Rp 3.550 per meter kubik. “Jadi memang harus disubsidi oleh kelompok IV A dan IV B. Begitu juga dengan pelanggan kecil, harus menjadi prioritas untuk disubsidi,” ujarnya.
Pelanggan kelas kecil tarif airnya tergantung luas rumah dan pemakaian air. Kalau luas rumah 28,8 meter persegi dengan pemakaian 10 meter kubik per bulan, maka tarif air sebesar Rp 1.050 per meter kubik. Dan pemakaian air di atas 20 meter kubik per bulan harga tarif air Rp 1.575 per meter kubik. Jika luas rumahnya 70 meter persegi dengan pemakaian 10 meter kubik perbulan, maka dikenakan tarif air Rp 3.550 per meter kubik dan pemakaian 20 meter kubik per bulan dikenakan tarif air Rp 5.500 per meter kubik.
Langganan:
Postingan (Atom)